SEKEDAR SARAN UNTUK PEMBUAT AMPLIFIER
Ada suatu pengalaman yg memberikan saya pelajaran sangat berarti : Sebenarnya saya sudah sejak lama menyenangi pekerjaan rakit-merakit amplifier. Namun sampai sejauh ini tak ada teman-teman saya yg tertarik dengan amplifier buatan saya. Saya pun maklum karna amplifier saya hanya bagus suaranya saja , sedangkan casink nya asal-asalan.
Beberapa waktu yg lalu di Glodok dan Mangga dua bermunculan casink-casink amplifier yg cantik , buatanya pun sangat profisional, saya coba beli satu .
Saat ini casink itu sudah menjadi sebuah amplifier yg sangat eksotik bentuknya ,
Yang mengherankan, semenjak ada amplifier ini, tau-tau saya mendapat banyak pujian , yang mana belum pernah saya terima pujian sebanyak ini selama belasan tahun bikin ampli rakitan.
Mereka semua berkomentar bahwa suara amplifier saya sangat bagus.
Yang bikin saya bingung pertama: kenapa suaranya yg di puji, kok bukan casinknya .
Jadi ternyata begitulah cara orang awam memandang sebuah amplifier rakitan, asalkan performance nya bagus maka segala-galanya jadi bagus . sebaliknya kalau performancenya jelek ,mereka udah males duluan untuk denger suaranya.
Kesimpulan: Ada baiknya kalau kita bikin amplifier sebisa mungkin gunakan casink yg terbaik. Supaya anak istri kita yg tidak mengerti musik jazz atau clasic
Tidak ditambah beban lagi dengan pemandangan ampli rakitan kita yg bentuknya seperi oplet reot dgn kabel-kabel yg berseliweran. Seringkali para penggemar amplifier rakitan berlaku egois , asal amplinya sudah bisa mengeluarkan suara
high end dianggapnya proyek sudah selesai, perkara casink nya amburadul bukan masalah. Padahal dia tidak tau mata orang rumah jadi distorsi tiap hari melihat
benda antik kesayangan kita tsb.
Pernah saya membaca di salah satu majalah audio lokal, bahwa perusahan loudspeaker Infinity , waktu dia merancang bentuk box speakernya , mereka sengaja memanggil ibu-ibu rumah tangga untuk dimintai pendapat mengenai design loudspeaker mereka. Sebab umumnya pada saat Seseorang ingin membeli loud- speaker biasanya sang istri ikut berperan dalam menentukan speaker pilihan nya.
Jadi untuk speaker-speaker yg bentuknya seperti batu nisan atau peti mati cowboy
Jangan harap terpilih , walau sebagus apapun suaranya.
AMPLIFIER RAKITAN vs AMPLIFIER HIGH END
Mana lebih bagus amplifier rakitan atau amplifier import kelas high end…. ?
Kalau untuk amplifier yg watt nya kecil-kecil pernah diadu bahkan sering di adu antara ampli rakitan dgn ampli high end. Rata -rata hampir sama hebatnya , sulit dikatakan mana yg lebih bagus kembali keselera masing-masing juga. Tapi kalau untuk amplifier yg watt atau daya powernya besar , bisa dikatakan Amplifier import yg lebih jago. Masalahnya untuk buat amplifier berdaya watt kecil persyaratannya masih lebih mudah jadi masih bisa dibuat tanpa alat ukur yg canggih.
Akan tetapi kalau membuat amplifier yg berdaya watt besar , biasanya yg menggunakan transistor sampai berpuluh-puluh buah atau lampu tabung yg berjejer banyak, tentunya membutuhkan alat ukur yg lebih canggih dan akurat , Biasanya alat ukur seperti itu tidak dimiliki oleh kebanyakan perakit di sini.
Maka kalau kita mau bicara amplifier rakitan yg canggih , umumnya yg kita bicarakan itu adalah yg berdaya watt kecil, kalau ampli rakitan dengan watt besar saya belum berani sesumbar....
Wassalam
Kembali ke Menu