|
Direct to Disc adalah nama atau sistem cara merekam PH. Caranya ketika seorang penyanyi atau sekelompok musisi
bermain, suaranya ditangkap oleh microphone lalu di terima oleh mixer, dari Mixer langsung direkam ke PH master, dengan
bantuan mesin bubut PH sebagai alat rekamnya. Jadi peristiwa rekaman itu berjalan langsung sekali jadi, tidak boleh salah,
tidak boleh diulang , tidak ada kosmetic atau manipulasi suara dan tidak bisa dilakukan bertahap .
Tentunya bagi sang musisi cara seperti ini lebih sulit, biasanya musisi yg mampu melakukan cara ini adalah musisi kelas panggung, kalau musisi kelas studio seperti yg banyak hidup di blantika music Pop sekarang , rada ngeper juga mau pake cara spt ini, bisa-bisa ketauan suara jelek nya. Walaupun sistem ini baru di kembangkan pd tahun 80 an , namun sebenarnya cara merekam spt itu sudah dilakukan oleh studio-studio jaman dulu. Kalau anda pernah nonton Film "O Brother,where art thou" ada adegan praktek cara merekam Direct to Disc, ketika Jagoannya lagi nyanyi ber empat di sebuah ruang Studio Pemancar Radio , suaranya langsung di rekam pake mesin bubut PH yg bentuknya seperti Gambar disebelah kiri ini |
Ada yg bilang , bahwa umumnya Penyanyi yg suka merekam suaranya diatas PH Direct to Disc , justru penyanyi yg tidak terkenal,
umumnya penyanyi kelas Cafe atau Bar , Walau bukan penyanyi terkenal, namun mereka sangat terbiasa unt menyanyi langsung,
mungkin pekerjaan nyanyi langsung (nyanyi diatas panggung) sudah dilakukan semenjak bertahun-tahun, jadi tidak heran kalau
mereka dengan mudah mengikuti syarat-syarat perekaman ala Direct to Disc atau Direct Cutting .
|
|
|
Kalau mau hemat beli PH yg mahal :
Seperti kita ketahui harga sebuah album PH yg masih segel (baru) amatlah mahal, PH kelas biasa aja harganya bisa berkisar 200 s/d 300 ribu, PH yg ada tulis-tulisan Audiophile-nyaa .. bisa 400 ribuan keatas, untuk PH album penyanyi yg legendaris seperti Lois Amstrong apalagi yg dikemas special , pernah liat harganya sampai 900 ribu. Singkat kata PH itu harganya memang super mahal , apalagi bagi kita para audiophile kelas Teri . Tapi kalau kita mau berhemat saya sarankan belilah PH yang mahal-mahal tersebut, jangan beli PH yg sdh tua . Justru kalau kita membeli PH bekas apalagi yg sudah tua (spt pd gambar disebelah kiri ini) sama artinya kita membuang-buang uang. Karna PH itu mudah sekali cacat, ibarat binatang, PH ini banyak predatornya, banyak yg ingin membunuh dan memangsanya , mulai dari debu halus , jamur, suhu udara, listrik statik (yg timbul akibat gesekan antara bahan plastik vynil dgn jarum PH), bahkan tata letak penyimpanan pun bisa mengakibatkan PH rusak. |