|
Memang tidak mudah punya member yang loyal terhadap club, bayangkan kalau sehabis selesai kerja tidak pulung ke rumah masing?2 tapi masih urusin masalah club yang akan mengadakan Hi Fi show di bulan September mendatang, seperti Herman(sekya) yang tampak pada foto tidak pulang mandi dulu langsung ikut meeting dan selesai meeting langsung bertandang ke rumah pak Teguh bersama pengurus IHEAC lainnya mendengar system audio high end sampai badan gatal?2 karena tidak mandi, untung beliau punya akal walaupun sekujur tubuh gatal?2 masih saja terpikir pinjam alat pembersih ph pak teguh untuk bersihkan badan sampai pak Teguh ke bingungan cari alat pembersih ph ke mana?2 memang yang namanya audiophile tingkahlakunya aneh?2 makanya orang awam sering julukin audiophile itu orang
gila.
Lain lagi tingkahlaku sekertaris IHEAC yang namanya pak Boy, mentang?2 sekertaris yang biasa acak?2 dokumen dimeja kerja tidak boleh melihat ph numpuk pasti pengin Bantu nyusun rapi tapi jangan se kali?2 waktu nyusun melihat ph yang langkah, langsung tuh tangan korek kantong bayar berapa saja harganya asal yang punya mau jual. seperti terlihat foto diatas tangan kanan pegang ph tangan kiri ambil uang dari kantong tanpa mau tahu ph tersebut di jual atau tidak masa bodoh pokoknya gua bayar dah..
Audiophile sejati memang pantas dijuluki orang gila oleh orang awam, betapa tidak lihat saja foto diatas pak Teguh yang membelakangi kamera sibuk mencari alat pembersih ph beliau, seandainya uang atau mobil hilang belum tentu dicari sampai kelimpungan tapi coba saja alat pembersih ph lenyap dari pandangan mata beliau pasti dicari ke mana?2 kalau tidak ketemu wah.. bisa strees 7 hari 7 malam deh pokoknya. Itulah audiophile sejati
(selamat bergabung di IHEAC pak Teguh)
| |
| Herman Chandra, memperoleh nama ?Sekya? dari Pak Bambang Hartono
Herman Chandra, memperoleh nama ?Sekya? dari Pak Bambang Hartono. Sewaktu kita memperkenalkan dia kepada Pak Bambang. Ditanya oleh Pak Bambang umurnya berapa, dan langsung dijawab oleh Herman. Pak Bambang langsung berkata ?Oh, Masih Sekya!?.
Ternyata apa yang diunkapkan oleh Pak Bambang menjadi nama yang digunakan oleh kita, kalangan anggota IHEAC, dan dalan pergaulan kita sehari hari tingka laku dari pada Sekya menjadi benar. Ha...ha...ha...ha.
Pada saat Pak Teddy, Pak Kusnadi dan Pak Herman bepergian ke Bandung dengan mobil baru Audi, Kus Tanya kepada Ted siapa yang dukuk didepan. Ted berbisik kepada Kus, Sekya (Herman) saja, nanti lihat pasti semua tombol dicari dan dipencet.
Ternyata benar waktu mobil baru keluar dari tempat pakir mulailah Sekya sibuk dengan tangannya. Cari tahu tembol tombol CD player, AC, Tlp, Suspensi, Dsb. Kus dan Ted sambil ketawa dibelakang |
| Webmaster |
|
| Beginilah jadinya kalau orang
High End menyalurkan hobinya.
Beginilah jadinya kalau orang
High End menyalurkan hobinya. Kesan
pertama, kumpulan orang-orang ?Gila?. Bagaimana
tidak untuk menikmati bunyi yang dihasilkan oleh benda-benda mati tersebut bisa
membuat segalanya tertunda. Tertunda
mandi, (seperti dalam gambar diatas, Herman Chandra masih garut-garut badan),
tertunda makan, tertunda ketemu dengan keluarga, klien, teman dan lain
sebagainya. Tidak jadi masalah
memang karena hoby ini disalurkan pada hal-hal yang positif. Membangun persahabatan, kekeluargaan bahkan ke jalinan
jaringan bisnis.
Pada
saat dengar alat High End, segalanya bisa dilakukan.
Mulai dari membongkar pasang peralatan sampai obok-obok piringan hitam
untuk menemukan lagu yang pas di nyanyikan sehingga menemukan arikulasi
musik yang pas. Suasana penat,
emosi akibat kelelahan bisa hilang seketika begitu mendengar lantuman lagu-lagu
khas High End. Jadi tidak
?Gila? kan. Hidup harus
dinikmati, salah satunya adalah dengan dengar musik.
|
| Lindur |
|
| Herman Chandra, memperoleh nama ?Sekya? dari Pak Bambang Hartono
Herman Chandra, memperoleh nama ?Sekya? dari Pak Bambang Hartono. Sewaktu kita memperkenalkan dia kepada Pak Bambang. Ditanya oleh Pak Bambang umurnya berapa, dan langsung dijawab oleh Herman. Pak Bambang langsung berkata ?Oh, Masih Sekya!?.
Ternyata apa yang diunkapkan oleh Pak Bambang menjadi nama yang digunakan oleh kita, kalangan anggota IHEAC, dan dalan pergaulan kita sehari hari tingka laku dari pada Sekya menjadi benar. Ha...ha...ha...ha.
Pada saat Pak Teddy, Pak Kusnadi dan Pak Herman bepergian ke Bandung dengan mobil baru Audi, Kus Tanya kepada Ted siapa yang dukuk didepan. Ted berbisik kepada Kus, Sekya (Herman) saja, nanti lihat pasti semua tombol dicari dan dipencet.
Ternyata benar waktu mobil baru keluar dari tempat pakir mulailah Sekya sibuk dengan tangannya. Cari tahu tembol tombol CD player, AC, Tlp, Suspensi, Dsb. Kus dan Ted sambil ketawa dibelakang |
| Webmaster |
|
| Beginilah jadinya kalau orang
High End menyalurkan hobinya.
Beginilah jadinya kalau orang
High End menyalurkan hobinya. Kesan
pertama, kumpulan orang-orang ?Gila?. Bagaimana
tidak untuk menikmati bunyi yang dihasilkan oleh benda-benda mati tersebut bisa
membuat segalanya tertunda. Tertunda
mandi, (seperti dalam gambar diatas, Herman Chandra masih garut-garut badan),
tertunda makan, tertunda ketemu dengan keluarga, klien, teman dan lain
sebagainya. Tidak jadi masalah
memang karena hoby ini disalurkan pada hal-hal yang positif. Membangun persahabatan, kekeluargaan bahkan ke jalinan
jaringan bisnis.
Pada
saat dengar alat High End, segalanya bisa dilakukan.
Mulai dari membongkar pasang peralatan sampai obok-obok piringan hitam
untuk menemukan lagu yang pas di nyanyikan sehingga menemukan arikulasi
musik yang pas. Suasana penat,
emosi akibat kelelahan bisa hilang seketika begitu mendengar lantuman lagu-lagu
khas High End. Jadi tidak
?Gila? kan. Hidup harus
dinikmati, salah satunya adalah dengan dengar musik.
|
| Lindur |
|
|